|
Written by Yayasan Mitra Arafah
|
|
Monday, 26 December 2011 17:20 |
|
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”. “Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.
“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
|
|
Last Updated on Monday, 26 December 2011 17:36 |
|
Read more...
|
|
|
Kritik Menteri dan Kebijakan Presiden |
|
|
|
|
Written by Yayasan Mitra Arafah
|
|
Thursday, 29 September 2011 16:40 |
|
Para sahabat Nabi SAW, antara lain:‘Ali bin Abi Thalib, ‘Utsman bin ‘Affan, Zubair bin ‘Affan, Thalhah, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, dan Sa’d, berkumpul. Di antara mereka, ‘Abdurrahman bin ‘Auf yang paling kritis terhadap ‘Umar bin al-Khathab, Sang Presiden (Amirul Mukminin). Mereka mendorong ‘Abdurrahman, “Wahai ‘Abdurrahman, demi kepentingan rakyat hendaknya Anda-lah yang mengatakan kepada Presiden: “Sesungguhnya, ada rakyat yang akan menuntut kebutuhannya, namun kewibawaan Tuan Presiden mencegah rakyat untuk mengutarakannya hingga rakyat kembali tanpa bisa memenuhi kebutuhannya”. ‘Abdurrahman pun masuk rumah Presiden ‘Umar dan berbicara dengannya.
|
|
Read more...
|
|
ALLAH SWT PUN BERSUMPAH UNTUK AL-QUR’AN |
|
|
|
|
Written by Yayasan Mitra Arafah
|
|
Monday, 06 June 2011 06:25 |
|
Pesan yang penting harus dikemukakan. Pesan ini juga harus dipahami dan diyakinkan kepada sasarannya. Pentingnya pesan bisa dipandang dari besarnya manfaat yang diperoleh bagi orang yang memperhatikannya. Agar mudah dipahami, pesan juga dikemukakan bahasa yang mudah dan menarik perhatian. Agar dapat dipercaya, pesan harus dikuatkan dengan sumpah. Beginilah cara Allah SWT menyampaikan pesan penting kepada umat manusia.
Dalam surat Al-Waqi’ah: 77-80, Allah SWT memberikan pesan penting: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia; pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh); tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan; diturunkan dari Tuhan Maha Pengatur semesta alam”. Pesan ini didahului oleh sumpah Allah SWT: “Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang; Sesungguhnya sumpah ini adalah sumpah yang besar kalau kalian mengetahuinya” (al-Waqi’ah: 75-76). Dengan sumpah ini, Allah SWT menghendaki agar al-Qur’an tidak dianggap remeh dan kecil oleh manusia (al-Waqi’ah: 81). Kenyataannya, al-Qur’an pernah diletakkan di tempat yang tertinggi dan termulia hingga tidak bisa disentuh yang makhluk jahat semacam syetan. Karenanya, wahyu al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi SAW jauh berbeda dengan wangsit yang diterima oleh dukun. Jadi, jika ada orang lain selain Nabi Muhammad SAW yang mengaku menerima wahyu al-Qur’an, maka dia pasti pendusta.
|
|
Last Updated on Monday, 06 June 2011 06:29 |
|
Read more...
|
|
|
PILAR-PILAR PEMBANGUNAN UMAT |
|
|
|
|
Written by Yayasan Mitra Arafah
|
|
Tuesday, 14 June 2011 17:39 |
|
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Di akhir khotbah Jum’at, saya selalu mendengar ayat penutup. Saya tidak hafal ayat tersebut. Mohon dijelaskan mengapa demikian.
Harianto
Kebraon, Surabaya
Jawaban:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran (QS An Nahl [16]:90).
Ayat di atas memerintahkan tiga hal dan melarang tiga hal pula. Tiga hal yang diperintah Allah adalah :
|
|
Last Updated on Monday, 02 January 2012 08:25 |
|
Read more...
|
|
KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA |
|
|
|
|
Written by Yayasan Mitra Arafah
|
|
Monday, 06 June 2011 06:08 |
|
Sejarah Kedatangan Umat Islam di Indonesia Terjadi perbedaan di kalangan sejarawan mengenai masa munculnya umat Islam di Indonesia. Mula-mula, dikemukakan pendapat –umumnya dari sejarawan Belanda- bahwa umat Islam masuk di Indonesia pada abad XII-XIII. Pendapat ini dikritik oleh sejarawan yang lain dengan mengajukan abad IX-X. Belakangan, setelah diadakan penelitian yang mendalam, para sejarawan meengemukan kesimpulan bahwa umat Islam masuk di Indonesia pada abad VII-VIII (Hasjmi, 1974: 370). Pada abad VII, saat Dinasti Umayyah berkuasa, lalu lintas perdagangan antara orang-orang Arab dan Indonesia telah dimulai. Rute perjalanannya dimulai dari Arab-India-Sumatera. Islam dibawa oleh para guru yang profesional dari Arabia dengan disertai beberapa murid dari India. Strategi awal para guru ini adalah membuat para penguasa masuk Islam dengan diplomatis. Setelah itu, rakyat mengikuti titah penguasanya. Dengan demikian, umat Islam telah menampakkan pengaruhnya setelah abad XII Masehi. Namun, perkenalan awalnya sudah dimulai pada abad VII Masehi (Azra, 1995: 31). Agama Islam disebarkan dengan jalan damai, yakni melalui perdagangan, pernikahan, diplomasi, dan kebudayaan. Orang-orang Islam sebagai pendatang bisa hidup membaur bersama orang-orang pribumi. Budi pekerti luhur yang ditampilkan para ulama mampu meemikat hati para penduduk Sumatera Utara saat itu. Tidak lama kemudian, para ulama ini membangun masyarakat muslim.
|
|
Last Updated on Monday, 06 June 2011 06:28 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |